Browse By

Menjadi Guru, Bukan Berarti Berhenti Untuk Belajar

Surabaya – Salah satu indikator untuk menjadi guru yang baik adalah bisa menginspirasi para muridnya. Hal tersebut disampaikan oleh Sovia sebagai pemateri dalam acara “Webinar Strategi Mengajar Caberawit” yang diadakan oleh ustadz ustadzah di wilayah PAC Tambaksari pada hari Minggu 21 Maret 2021.

Acara tersebut dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom dan diikuti oleh 41 orang. Peserta yang hadir tidak hanya dari dalam Kota Surabaya, namun peserta juga ada yang berdomisili di luar Kota Surabaya.

“Setiap murid itu pasti mempunyai keunggulan, jadi jangan putus asa ketika ada murid yang susah untuk diajari. Pasti dia punya kelebihan dimateri lainnya,” terang Sovia narasumber dari acara tersebut.

Dalam pemaparannya Sovia juga menerangkan tips supaya materi yang sedang diajarkan dapat diterima dan diserap maksimal oleh anak. “Cara mengambil perhatian mereka saat sesi awal pembelajaran, hal ini disebut dengan apersepsi,” ujar Sovia.

Kegiatan apersepsi bisa dilakukan melalui berbagai metode maupun strategi. Misalnya, melalui ice breaking, fun story (cerita yang menyenangkan), maupun dengan cara bermain. Sehingga, otak anak menjadi rileks dan siap dalam menerima materi pelajaran.

“Kita harus ingat, kemampuan fokus anak itu hanya sekitar 6 menit. Setelah itu fokusnya akan hilang. Maka dari itu, harus diselipi dengan ice breaking untuk menjaga kestabilan mood anak,” tambah Sovia.

Pesan Sovia kepada para para ustadz ustadzah di wilayah PAC Tambaksari adalah supaya menjadi guru yang tidak hanya mengurangi kewajiban untuk mengajar, tetapi guru yang berusaha untuk membuat faham muridnya dengan cara yang menyenangkan.

“Selalu gali ilmu dan informasi tentang teknik mengajar, agar kemampuan kita semakin bertambah,” terang Sovia. (sekar/wicak)

Oleh: Yessy Sy (contributor) / Fachrizal Wicaksono (editor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *