Lataniya Web Dev

Browse By

Shalat Idul Fitri 1438 H PC LDII Kec Kepung Di Lembah Gunung Kelud “Apapun Yang Kita Lakukan Harus Selalu Berpijak Nilai-Nilai Luhur Dalam Islam ”

Kediri (2017).  Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kec Kepung, Kab Kediri, Jawa Timur, dalam pelaksanaan  Sholat Idul Fitri 1438 H dilaksanakan di Lapangan Desa Siman, yang berada di lembah Utara Gunung Kelud dihadiri kurang lebih 3000 jamaah, baik warga LDII di tingkat PAC maupun warga sekitar Desa Siman, petugas Polisi Polsek Kepung & Santri Ponpes Babussalam, yang saat erupsi Gunung Kelud pada tanggal 2 Februari 2014 dijadian barak pengungsi.

Suasana saat itu cuaca cerah, diselimuti kabut tipis, semilir angin gunung menghembus, menambah sahdu suara takbir yang bersaut-sautan yang dilantunkan para jamaah Shalat Idul Fitri, tepat pukul 06.15 WIB dilaksanakan Sholat Idul Fitri sebagai Imam & Khotib Ustadz Imam Maryanto, setelah selesai rangkaian Sholat & Khotbah Idul Fitri 1438 H, dilanjutkan pembacaan sambutan  Ketua DPW LDII Jawa Timur (Periode tahun 2015-2020), Drs  Muhammad Amien Adhi , yang menekankan tentang, yaitu :

Nabi Muhammad SAW telah memberikan uswatun hasanah, teladan hidup pada kita berkehidupan secara Islami. Semoga kita  mendapat rohmat keislaman, sejalan identitas sebagai agama Islam yg dibawa & diajarkan Nabi Muhammad SAW sebagai Islam Rahmatan Lilalamin. Dengan hati suasana kegembiraan & gegap gempita  gemuruh takbir yang penuh sahdu, kemudian mengelora kedalam jiwa hingga mendirikan bulu roma, kita seraya bermunajat dan berdoa semoga Allah menerima  puasa & seluruh ibadah yang kita laksanakan.

Setiap Ramadhon para Ulama mengingatkan & menegaskan kembali, tentang Program Ibadah 5 Sukses Ramadhon, dalam Ramadhon tidak hanya puasa, banyak amalan sunah yang sangat besar pahalanya, Alhamdulillah kita tidak terlena & menyia – nyiakanya, serta tidak melewatkan peluang ibadah, amalan-amalan dibulan suci. Program Ibadah 5 Sukses Ramadhon meliputi; Sukses Puasa, Sukses Sholat Tarwih, Sukses Tadarus Al Quran, Sukses Iktikaf & Lailatul qodar, serta Sukses Zakat, infaq & sodaqoh.

Sukses pertama Puasa Ramadhon adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan oleh setiap muslim. Sukses puasanya penuh satu bulan tanpa dikotori dengan segala hal yang dapat merusak kesempurnaan puasa. Sesuai sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang puasa pada bulan Romadhan karena iman & mencari pahala maka diampuni apa-apa yang telah lewat dari dosanya”

Sukses kedua Sholat Tarwih yakni dapat sholat tarwih berjamaah & meningkatkan sholat sunah lainya, yang dihari selain bulan ramadhon tida dilakukan.  Nabi Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa yang sholat malam pada bulan Romadhan karena iman & mencari pahala, maka diampuni apa-apa yang lampau dari dosanya. “

Sukses ketiga sukses Tadarus Al Quran, yakni setiap muslim yang lancar bacaanya dapat khatam bacaannya 30 juz minimal satu kali dibulan Romadhan ini, yang belum lancar bacaanya diharapkan lebih giat belajar & berusaha sehinga selesai Romadhan bacaanya lebih lancar, kemampuan membaca Al Quran lebih meningkat.

Sukses keempat sukses Iktikafnya terutama 10 hari terakhir dibulan Romadhan, untuk meraih lailatul qodar, pada 10 akhir malam ramadhon dapat melaksanakan ibadah semalam seuntuk itikaf di dalam masjid, beribadah dimalam Lailatulqodar pahalanya melebihi beribadah 1000 bulan.

Sukses kelima sukses Zakat Fitrah, Infaq & Sodaqoh,  untuk mensucikan  ibadah puasa Romadhan kita, Sabda Rasulullah dalam HR Abu Dawud ; “ Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan bagi orang yang puasa dari hal-hal tidak bermanfaat dan dari ucapan-ucapan kurufat, serta memberi makan bagi orang miskin. Barang siapa yang menunaikan zakat sebelum sholat Idul Fitri maka zakat itu telah diterima , maka barang siapa yang menunaikan zakat setelah sholat Idul Fitri itu sodaqoh.”

Alhamdulillah Kita bersyukur pada Allah SWT  telah melaksanakan & berusaha bersunguh sunguh untuk meraih 5 sukses Romadhan tersebut. Kita telah melaksanakan Sholat Idul Fitri, sebagai rangkaian peribadatan pasca  Ibadah puasa di bulan Romadhan, ibadah sholat idul Fitri menjadi  penanda bulan Romadhan yang penuh pahala, ampunan, telah kita isi dengan amal ibadah, baik berdimensi hubungan dengan Allah & berdimensi hubunganya dengan sesama manusia. Disamping itu kita selalu berupaya meningkatkan amal ibadah kita masing-masing  yaitu pada kesempatan hari raya ini kita bersama keluarga, anak istri kita masing-masing supaya memerlukan untuk silaturahim kepada ahli family dan handai tolan, dalam suasana penuh kerukunan, kedamaian, kekompakan dan persaudaraan.

Sebagaimana telah diketahui bahwa puasa itu ibadah yang tersembunyi di dalam jiwa yang dilakukan dengan menahan hawa nafsu dari segala keinginan, pekerjaan menahan itu tidak diketahui orang lain hanya Allah yang Maha Kuasa, oleh karena itu ibadah puasa sangat besar artinya serta mengandung rahasia & hikmah yang tidak sedikit, dan berguna bagi pelakunya dan masyarakat umum .

Pada aspek prilaku social, puasa memberikan hikmah, setidaknya memperkuat kerukunan, persatuan & kesatuan. Kerukunan diperlukan untuk mengakumulasi energy positif manusia sehingga menghasilkan energy yang berlipat ganda. Ketidak rukunan akan mencapur energy negative dengan positif, sehingga terjadi proses yang saling meniadakan yang berakibat tidak terakumulasikan energy positif, sehingga menurunkan kedikdayaan umat.

Orang yang berpuasa menahan makan & minum pada siang hari dibulan Romadhan mulai terbit fajar sodiq hingga terbenamnya matahari, akan merasakan betapa pahit menahan haus dan lapar, ini dirasakan seluruh Umat Islam  yang taat pada perintah agamanya, yang kaya maupun miskin. Yang kaya terdorong rasa kemanusianya mengeluarkan sebagian hartanya untuk fakir miskin, yang didorong rasa kebersamaan sebagai saudara seagama yg tidak boleh berlebih & berkurang haq asasinya.

Persatuan & kesatuan sebuah bentuk kesadaran keaggotaan disuatu bangsa yang secara potensial & aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan & menggabadikan identitas kemakmuran & kekuatan bangsa. Pada momentum Idul Fitri ini kita jernihkan pikiran & hati kita, sehingga kristalisasi nilai-nilai selama ibadah Romadhan akan menjadi penggerak pikiran & penuntun langkah dalam berbuat baik untuk sesama, kita  sebanyak mungkin berkaya untuk kemaslatan umat, sehingga janganlah perbedaan & keragaman diantara kita menjadikan kerukunan jiwa nasionalisme & wawasan kebangsaan tergerus, campakan jauh-jauh rasa egoisme rasa keakuan, sebagai obat penjaga persatuan & kesatuan sehingga tetap terpelihara suasana damai, kondusif, dengan harapan seluruh anak bangsa terhindar dari konflik social.

Puasa seyogyanya mempererat tali silaturrohim & kebersamaan, serta peningkatan pemahaman agama & kerukunan antar umat beragama ditengah dinamika yang sedang berkembang, puasa seharusnya menyatukan & mengeratkan hubungan kita sesama anak bangsa, tanpa melihat suku, agama, yang dimiliki sebagai hikmah itijimahiah atau social. Umat Islam  dapat memaknai  puasa Romadhan sebagai sarana tarbiah persatuan umat  & sebagai sarana mempertajam kepekaan (empati) terhadap permasalahan umat yang terjadi, adalah kewajiban setiap muslim memperhatikan permasalahan Umat Islam  lain & salin tolong menolong, artinya setiap golongan bahkan setiap muslim bertugas untuk memperkecil friksi-friksi yang terjadi di Umat Islam, agar setiap perbedaan tidak menjadikan perpecahan, bukankan kita disuruh Allah untuk bersatu & bertoleransi.

Moment Romadon ini sangatlah tepat dijadikan sarana untuk mentarbiah hati, jiwa & aklaq, bersosial baik antar jamaah atau individu, begitulah Allah SWT & Rasulnya mengajarkan setiap muslim memupuk rasa persatuan dengan mempererat hubungan hati sesama muslim.

Romadhan adalah bulan yang indah bagi kalangan Umat Islam, semua Umat Islam  bersatu menjalankan puasa tanpa memandang perbedaan yang ada dikalangan Umat Islam. Persatuan & kesatuan sangat penting tanpa persatuan & kesatuan akan rapuh, maka persatuan & kesatuan harus diperjuangkan,  ada sebuah pepatah “Seratus lidi yang diikat menjadi satu, lebih kokoh daripada seribu lidi  yang bercerai berai . “

Betapa besar rahasia yang terkandung dalam puasa yaitu dapat menghubungkan jiwa dengan jiwa, menimbulkan rasa cinta, kasih sayang,  mempereratkan tali persaudaraan, empati terhadap sesama, dengan sendirinya datanglah keamanan dimasyarakat, hilanglah segala permusuhan, habis pulah hasrat iri dengki, manusia bergandengan tangan, saling menghormati, umat & masyarakat aman terwujudlah baldatun toyibatun warofun ghofur .

Setelah Romadhan berahir bukan berarti berakhir sudah ketaqwaan kita kepada Allah SWT, tapi justru tugas berat kita untuk mewujudkan keberhasilan Romadhan  kita dengan peningkatan amalan ibadah kepada Allah SWT. Setelah Romadhan bulan syawal yang artinya peningkatan, disinilah letak pentingnya melestarikan nilai-nilai ibadah Romadhan, paling tidak kita selalu berupaya bersungguh sungguh senantiasa menjauhi larangan Allah sejauh-jauhnya & mengerjakan perintah Allah sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, seperti yang telah kita amalkan dibulan Romadhan, jangan sampai sebaliknya. Dengan demikian puasa Romadhan harus meninggalkan bekas yang mendalam sehingga ketaqwaan kita kepada Allah SWT semakin mantab, yang berarti apapun yang kita lakukan selalu berpijak pada nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Islam.

Akhirnya kami ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H & Semoga Allah SWT selalu menetapkan melimpahkan hidayah & pertolongan kepada kita semua,  Semoga Allah paring  manfaat & barokah , Taqqobalallahu Minna Waminkum.

Setelah itu para jamaah sholat Idu Fitri, saling berjabat tangan sambil mengucapkan  Taqqobalallahu Minna Waminka/ki, sebelum pulang kerumahnya masing-masing. Setelah sampai rumah tradisi yang terbangun di Desa Siman, yang masih punya orang tua, anak dan cucunya memberikan ucapan Taqqobalallahu Minna Waminka/ki sambil cium tanggan.  Dilanjutkan ketetangga terdekat, hingga satu kampong & sanak famili, suasana Desa sangat hidup dengan dipasangnya lampu hias disepanjang jalan Desa yang dimalam hari kerlap kerlipnya bagai kunang-kunang. (@nt)