Lataniya Web Dev

Browse By

Satu Pleton Satgas LDII Dalam TNI Manunggal Membangun Desa Ke-99 & Sengkuyung Tahap II TA 2017 Kab Sragen

Sragen (2017).  Menindaklanjuti Surat Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol M Ary Yudistira, SIP, Nomor Und/33/VII/2017, tentang Kegiataan TNI Manunggal Membangun Desa Ke-99 & Sengkuyung Tahap II TA 2017. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sragen H Sumarsono, SE,MM, untuk memperkuat & mensukseskan kegiatan tersebut, menugaskan Satu Pleton Satgas LDII yang dikordinir H Sugino,SH.

Dalam keteranganya, kegiatan Upacara Pembukaan dimulai tanggal  4 Juli & berakhir 2 Agustus 2017, berlokasi di Desa Galeh, Kec Tangen.  Upacara pembukaan TMMD ke-99 & Sengkuyung Tahap II TA 2017 dibuka oleh Bupati Sragen dr  Kusdinar Untung Yuni Sukowati & penutupan oleh Letkol Inf Eko Juniarto (Kasiterrem 074/Wrt).  Dihadiri Ketua DPRD Kab. Sragen Bambang Samekto SH. MH, Kepala Kantor Kemenag Sragen,  Drs. H. Ahmad Nasirin, M.Ag, Dansubdenpom IV/1-4 Sragen, Kapten Inf Bambang (Minved Sragen), Lettu Inf Ary Cahyo (Pasintel Yonif 408/Sbh Mewakili Danyonif 408/Sbh), Para Pasi/Danramil Kodim 0725/Sragen, Wakapolsek Polres Sragen, jajaran Forkompida Sragen,  Tokoh Agama (LDII, NU, Muhammadiyah).

Pada penutupan TMMD ke-99 & Sengkuyung Tahap II TA 2017 Inspektur Upacara Letkol Inf Eko Juniarto ( Kasiterrem 074/Wrt ), membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, pada intinya, yaitu : Sebagai  warga NKRI yang  bertakwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, marilah senantiasa memanjatkan puji syukur atas limpahan rahmat, taufik dan ridho-Nya, atas kekuatan dan kesehatan, sehingga dapat melaksanakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-99 Tahun 2017 dengan penuh kebersamaan serta dilandasi semangat gotong-royong dan kemanunggalan antara rakyat dengan pemerintah, disampaikan terima kasih kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiil sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan aman dan lancar.

Kebersamaan  TNI, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat telah bahu membahu menyelesaikan program TMMD ke-99 merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan Bangsa Republik Indonesia, termasuk membantu Pemda Sragen mempercepat pembangunan di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan Kemanunggalan TNI dengan  Rakyat  guna  menyiapkan  ruang,  kondisi juang  tangguh untuk pertahanan NKRI.

Program TNI Manunggal Membangun Desa dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan,  program TMMD yang telah berlangsung selama lebih kurang 37 tahun, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam   membangun   sarana   prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor undang-undang.

Berdasarkan kebutuhan masyarakat pada Tahun Anggaran 2017 Program TMMD,   yang   semula   2   kali   menjadi 3 kali setahun,  sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri RI kepada Gubernur serta Bupati / Walikota Nomor  140/174/SJ,  tanggal  16  Januari 2017.

Program  TMMD  yang  ke – 99  tahun 2017, merupakan tahun ketiga dari rencana strategis   TNI   AD   tahun   2015-2019. Telah dikerjakan 364 sasaran fisik berupa infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, diantaranya adalah pembangunan sarana transportasi, renovasi dan pembangunan rumah   ibadah   maupun   sekolah   serta pembangunan rumah tidak layak huni, pembangunan sarana sanitasi dan pusat kegiatan masyarakat.

Diimbangi kegiatan sasaran  non-fisik  berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang Bela Negara dan Ketahanan Nasional. Pembangunan non fisik ini sangat dibutuhkan dalam rangka membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat dalam menangkal berbagai ancaman disintegrasi Bangsa yang dilancarkan melalui Proxy War berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, masih eksisnya bahaya terorisme, meningkatnya aksi kriminalitas  secara  kualitas  dan kuantitas  serta  isu  bangkitnya  kembali komunisme baru, paham radikalisme, kelompok    yang   anti    Pancasila   dan lain sebagainya yang semuanya dapat mengancam  stabilitas  Ketahanan Nasional Indonesia.

TMMD   adalah   salah   satu   upaya TNI AD dalam memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah, utamanya upaya cegah dini dan deteksi dini terhadap berbagai ancaman yang melemahkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Sebagai atensi dan harapan sebagai  tindak  lanjut dari program TMMD ke-99 yaitu Pertama, pelihara terus semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dengan Rakyat,    jangan    mudah    terhasut  dan terprovokasi oleh pihak manapun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Bangsa.  Kedua, pelihara terus semangat gotong royong sebagai warisan Budaya Bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini.  Ketiga, pelihara hasil program TMMD, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang.  Keempat, kepada para Dansatgas TMMD ke-99, lakukan evaluasi secara menyeluruh  terhadap  pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan pada TMMD mendatang.

TMMD ke-99 & Sengkuyung Tahap II TA 2017  Kabupaten Sragen selama 30 hari  mulai tanggal, 04 Juli – 02 Agustus 2017. Menyelesaikan Kegiatan  Sasaran fisik, yatu  Cor jalan sepanjang 1.140 M, lebar 2,5 M &  tebal 12 cm. Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari UPTPK Kab Sragen 5 unit dari Baznas 1 unit. Jamban 3 unit. Kegiatan Sasaran non fisik meliputi penyuluhan tentang Pembinaan kamtibmas dan bahaya narkoba, antisipasi kegiatan terorisme, empat pilar kebangsaan, tertib lalu lintas, pertenakan dan perikanan , sosialisai pembuatan Surat Ijin Mengemudi, sosialisai pesertifikatan tanah, pertanian dan perkebunan, kesehatan lingkungan,  PKK, deradiklisas serta bintal/ rohani.  Anggaran sebesar Rp 363.000.000, 00 dengan perincian  APBD Propinsi Rp. 187.200.000,00, APBD Kabupaten Rp. 142.800.000,00.  Dana Rehap RTLH (UPTPK dan Baznas ) untuk 6 KK total Rp.30 juta (Rp.5 jt/unit/KK) , Dana Jambanisasi 3 unit total Rp. 3 juta (Rp. 1 jt/unit)

Setelah amanat KASAD dilanjutkan persembahan drama kolosal siswa siswi SMPN 2 Tangen dengan judul Insiden Hotel Yamato & peninjuan hasil kegiatan TMMD ke-99 & Sengkuyung Tahap II TA 2017  Kabupaten Sragen di Desa Galeh. (@nt-kimdpdldiisragen, photo Sugino )