Lataniya Web Dev

Browse By

PPG Bekasi Barat: Belajar Mengenali Broadcasting dan Jounalis TV

Bekasi – Dengan makin menjamurnya pertelevisian, baik TV Nasional, Lokal, Komutas dan TV Internet, mengajak PPG Bekasi Barat, memilih mengadakan pelatihan dan mengenal lebih dekat Broadcasting dan Journalis TV, di ruang serba guna, Masjid LDII Bekasi Barat, Minggu 02 November 2014.

Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB itu, sangat dirasakan manfaatnya oleh remaja dan muda-mudi se-LDII Bekasi Barat, lantaran disedikannya studio siaran langsung dan praktek hingga akhirnya acara.

“Sangat bagus ya acara ini, selain bisa menumbuhkan percaya diri didepan kamera, ini juga bisa menjadi pilihan temen-temen untuk mencari ma’isah dikemudian hari, karena sudah menjamur sekarang TV-TV kan? apalagi prakteknya ini langsung praktek, dengan alat yang lengkap.” Ujar Dedy, salah satu pengurus LDII setempat, yang ikut juga dalam pelatihan.

Pelatihan yang diadakan cuma-cuma oleh pengajar Aan Dwi Puantoro, Koordinator Liputan MNC Group (RCTI, Global TV, MNC TV, Sindo TV) berlangsung secara alami, dan peserta menikmati pelatihan.

“Saya hanya berharap, muda-mudi, remaja kita bisa nasehat dan ngajar di depan kamera, dengan cara sering diadakan pelatihan ini, jadi mereka akan lebih terbiasa mengahdapi kamera atau tidak grogi”, ujar Aan Dwi Puantoro, saat pembukaan acara pelatihan.

Perlengkapan yang lengkap kerjasama Dwi Production dan Pusat Pendidikan Topaz Broadcasting itu, dihadiri Bapak H. Arief dan seluruh wakilnya yang merupakan sesepuh masjid setempat.

Belajar broadcasting, tidak mesti menjadi kameraman, reporter, maupun presenter. Belajar journalis TV seperti ini agar terbiasa bicara di depan kamera, dan dilatih untuk bisa berfikir cepat, mengingat TV memiliki durasi yang terbatas, beda halnya dengan journalis teks (cetak/online).

“Selain bisa terlatih menjadi reporter, presenter, atau kameraman, bisa juga menjadi humas. Para muballigh yang biasa ngajar di majelis ta’lim, belum tentu bisa bicara di depan kamera, untuk itulah niat kami agar para pengajar/muballigh bisa berdakwah di depan kamera,” ujar Hj. Yanti, kepala jurusan Broadcasting di Pusat Pendidikan Topaz Broadcasting.

Tentulah perkembangan ini harus segera disikapi secara cepat agar mereka yang para peminat broadcasting menjadi broadcaster-broadcaster handal (profesional) di bidangnya.

Tidak hanya itu, hal ini juga merupakan bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dikalangan pelajar yang diterapkan sejak dini yang mampu menghasilkan jiwa wira usaha (enterpreunership).

Khusus di dunia jurnalis sendiri memiliki peran besar dalam mendukung terbentuknya civil society Indonesia yang kuat. Dunia atau media Jurnalis memiliki fungsi sebagai pilar keempat demokrasi. Selain itu, ia juga merupakan alat penyampai informasi ke dan dari masyarakat kepada khalayak (mass media) secara efisien dan efektif./** (Alyka)