Lataniya Web Dev

Browse By

Pesan LDII untuk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan

BALIKPAPAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Balikpapan mengundang semua pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota, dalam Sosialisasi Pilkada Serentak 2015, bertempat di Canton Restaurant Hotel Platinum Balikpapan, Sabtu (21/11/2015) yang lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan demokrasi dan politik, dan mendapat dukungan penuh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Balikpapan dan semua paslon.

Tampak hadir komisioner KPUD Balikpapan Sunawiyanto SE MSi dan Arbainsyah. “Kami sangat berterima kasih organisasi LDII berani mengadakan sosialisasi ini, itu merupakan kebanggaan dan juga harapan dari KPU,” ujar Sunawiyanto. Menurutnya, kegiatan ini diperlukan mengingat saat ini hanya 10% masyarakat yang mengetahui bahwa 9 Desember 2015 Pilkada dimulai.

Di hadapan 150 peserta, yang terdiri atas pengurus DPD, Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kota Balikpapan, serta pemilih pemula dan tamu undangan, Ketua DPD LDII Balikpapan H Abdul Rachman Zain SE, menekankan pentingnya enam tabiat luhur pada generasi muda agar menjadi insan profesional religius. Hal ini sejalan dengan topik sosialisasi tentang kepemimpinan yang profesional religius.

Enam tabiat luhur, yaitu jujur, amanah, rukun, kompak, kerjasama yang baik, serta hemat atau hidup sederhana, juga disampaikan H Abdul Rachman Zain kepada seluruh paslon yang hadir. Diantaranya adalah paslon nomor satu Rizal Effendi dan Rahmad Mas’ud, paslon nomor dua Andi Burhanuddin Solong dan Abdul Hakim Rauf, serta paslon nomor tiga Heru Bambang dan Sirajuddin. Sirajuddin berhalangan hadir dan diwakilkan ketua tim suksesnya drg Syukri Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Saya atas nama warga LDII Balikpapan menyarankan agar diperhatikan generasi muda kita bisa menjadi profesional religius,” ujar H Abdul Rachman Zain kepada masing-masing paslon. “Untuk bisa profesional religius, saya menitipkan enam tabiat luhur, kalau ini dimiliki generasi muda kita, maka Balikpapan akan jauh berkembang,” harapnya.

Apa tanggapan masing-masing paslon?

“Ya Pak Rachman Ketua LDII, ini sarannya tidak saja pada generasi muda, sebenarnya juga pada kami berdua,” ujar Rizal Effendi sambil tertawa renyah. “Ini Pak Rahmad kalau terpilih jangan berkelahi kita, pada waktunya Pak Rahmad akan menjadi wali kota, yuk ayuk ayuk,” tambahnya sambil memberi semangat pada pasangannya.

Menurut Rizal, hal ini sudah menjadi persoalan bangsa. Sudah ada contoh Pilkada di Medan Sumatera Utara, baru dua bulan terpilih setelah itu berkelahi. Oleh karena itu, Rizal pun berpesan pada pasangannya, Rahmad Mas’ud, untuk saling bekerja sama yang baik.

“Ini kita diamanati oleh Pak Abdul Rachman, kita harus jujur, amanah, kompak, kerjasama yang baik,” ujar Rizal kepada Rahmad Mas’ud. Rizal menuturkan, ia akan berbagi tugas dengan Rahmad Mas’ud, yang diproyeksikan akan menjadi wali kota berikutnya.

Di lain pihak, perihal enam tabiat luhur ini mendapat tanggapan berbeda dari Andi Burhanuddin Solong. “Evaluasi Andi Burhanuddin Solong selama 10 tahun menjadi Ketua DPRD, dan sekarang menjadi calon wali kota, pernahkah merampok hak rakyat?” tanya Andi Burhanuddin Solong, yang lebih dikenal sebutan ABS ini.
Ia pun sangat berterima kasih jika diingatkan. “Enam tabiat luhur, nah ABS kan tidak bisa mengingat, ingatkan saya, kalau saya salah Pak, ingatkan saya,” ujar ABS. “Yang penting selama 10 tahun selama menjadi Ketua DPRD Balikpapan, bapak bisa melihat saya,” jelasnya meyakinkan.
Cukup diakui, rekam jejak ABS selama memimpin DPRD Kota Balikpapan menanjak sehingga terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur sejak 2014 yang lalu. Meski demikian, ia akhirnya memilih mengundurkan diri dan terjun mengikuti Pilkada Balikpapan 2015.

Sementara itu, ditanya perihal titipan enam tabiat luhur, Heru Bambang menjawab singkat. “Bapak, yang Bapak sampaikan tadi itu sangat-sangat bagus dan sangat saya nantikan. Begitu saya jadi (wali kota), saya akan sowan ke Bapak dengan kepala-kepala dinas yang terkait dengan rencana Bapak,” ujar Heru Bambang.

“Setelah pelantikan kita harus ketemu Pak, karena untuk membina ini sangat-sangat lama dan tidak semudah membalik tangan,” pungkas mantan Wakil Wali Kota Balikpapan ini. (SA/LINES)