Lataniya Web Dev

Browse By

Persinas ASAD Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia Ke- 71 Kabupaten Sragen

img-20160820-wa0024Sragen (17/8/2016). Upacara Peringatan ke 71 detik-detik Proklamasi  Kemerdekaan Republik Indonesia dan pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih tingkat Kabupaten Sragen dipusatkan di stadion Taruna, dengan  inspektur upacara Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Peserta upacara dari unsur TNI/ Polri dari Kodim 0725/ Sragen, Yonif 408/ Sbh, Polres Sragen, dan satuan upacara sipil dari Hansip/ Linmas, Satpam, Korpri, Ormas Kepemudaan, Ormas Keagamaan, IPSI, OSIS serta Pramuka. Wakil Bupati Dedy Endriyatno, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ikatan Pencak Silat Indonesia Kab. Sragen, menugaskan anggotanya sebagai peserta upacara,yaitu  Persinas ASAD, SH Teratai, Tapak Suci, IKS. Ketua Pengkab Persinas ASAD Sragen Drs. Joko Triyono, menugaskan pesilat Suraji, Sutrisno, Balut, Sutarno, Narso, Surya, Gian Almubarok, Rosyid untuk memperkuat pasukan upacara IPSI Sragen.

Pada kesempatan tersebut inspektur upacara Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Pada  Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-71 Republik Indonesia Tanggal, 17 Agustus 2016; “ Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk kita semuanya;  Hadirin, peserta upacara dan segenap warga Jawa Tengah yang saya cintai dan saya banggakan.  Diiringi rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Alhamdhulillah atas ridho dan karunia- Nya, hari ini Rabu, tanggal 17 Agustus 2016, kita warga Jawa Tengah sebagai bagian dari warga Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama-sama hadir untuk memberikan peng-hormatan dan penghargaan atas nilai-nilai kejuangan dan hasil perjuangan para Pahlawan kusuma bangsa merebut dan menegakkan Kemerdekaan, dengan berkhidmat melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Detik-Detik Pro-klamasi Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia.  KEMERDEKAAN….. telah lebih dari 7 (tujuh) dasawarsa bangsa ini menghirup udara kebebasan, berdiri diatas kaki sendiri, di atas tanah tumpah darah dengan kedaulatan penuh, lepas dari segala bentuk cengkeraman penjajahan. Rasanya baru kemarin, para Pejuang bertempur bertaruh nyawa, harta dan airmata. Rasanya baru kemarin Bung Karno dan Bung Hatta mem-Proklamirkan Kemerdekaan kita. Tapi kita sudah 71 tahun Merdeka. Usia yang tak lagi muda untuk sebuah Bangsa membangun dirinya yang ber-daulat di bidang Politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebu-dayaan. Dada ini rasanya bergolak untuk selalu memekikan kata MERDEKA yang membahana di seluruh jagad Semesta Raya. Kita ingin buktikan kepada Dunia bahwa kita adalah Bangsa yang berKeTuhanan dalam kemanusiaan yang beradab, Bangsa yang disatukan dalam Ke-Bhinneka-an Adat dan Budaya. Selalu bermusyawarah mencapai mufakat dalam perbedaan pendapat semata-mata demi keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan Bangsa ini belum lah usai. Mengisi kemerdekaan tak kalah penting dengan merebut dan menegakkan Kemerdekaan. Kita adalah pewaris sah dari anak-anak Negeri untuk memberikan arti mengisi Kemerdekaan dengan berbagi peran dan tanggungjawab. Rumah Besar kita yang kita sebut INDONESIA adalah milik kita bersama. Tak ada satupun diantara kita YANG MERASA BISA. Namun kita harus terus BISA MERASA sebagai bagian dari anak-anak Bangsa dengan semangat Gotong Royong membangun jati dirinya di tengah taman sarinya pergaulan antar bangsa di dunia. Kita adalah bangsa yang besar, yang dikarunia segala kekayaan dan keberagaman. Ini potensi yang harus kita jaga dengan sepenuh hati, kita kelola dengan nurani, pikiran dan tindakan serta etika suci demi berkibarnya panji-panji IBU PERTIWI diantara negeri-negeri. Kekayaan alam, sepenuhnya harus menjadi kedaulatan bangsa untuk memberi kemakmuran dan kesejahteraan bagi negara dan rakyatnya. Sumber Daya Manusia, merupakan kualitas pribadi-pribadi luhur dengan kearifan lokal, yang harus terus ditingkatkan daya saing pada pergaulan di tingkat global. KEBERAGAMAN….saya percaya dalam bera-gam perbedaan yang ada di Indonesia, selalu ada cara untuk menjaga kebersa-maan. Karena kita dipersatukan dalam kondisi riil perbedaan, namun punya satu tujuan untuk menggapai INDONESIA MERDEKA. Satu tanah air dan Satu bangsa. Merdeka selalu mengandung aspek kebeba-san. Dimensi Kebebasan memiliki makna sebagai “bebas dari”, yaitu bebas dari penjajahan dan bebas dari penindasan dalam aspek luas. Dan, dimensi “bebas untuk”, yaitu lebih bersifat me-nunjukkan kemandirian, kemampuan, dan kema-tangan menggunakan kebebasan itu sendiri. Bebas berimajinasi, berekspresi, berkreasi bahkan berinovasi dalam koridor produktif-konstruktif memajukan, memakmurkan dan mengurus Indonesia yang bermartabat dan beradab. Bukan zamannya lagi, berteriak-teriak di luar memper-tontonkan kemurungan dan kesulitan bangsa sendiri tanpa solusi. Melemahkan dan mengga-daikan harga diri bangsa. Kita mesti ingat bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini bukanlah kebebasan yang tanpa batas. Kebebasan kita hari ini adalah kebe-basan yang harus bisa dipertanggung-jawabkan. Setiap ucapan, pikiran dan tindakan kita itu haruslah masih dalam satu wadah ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, Bangsa dan masyarakat Indonesia. Janganlah kita mudah terhasut, terprovokasi atas tindakan terorisme dan radikalisme, apalagi hingga intoleransi yang mengancam keutuhan bangsa ini. Narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hanya ada satu kata : Lawan ! Korupsi kita cegah sejak dini ! Kemiskinan, Kesehatan, Pendidikan, Energi dan Infrastruktur adalah PR besar bangsa ini. Ayo gotong royong mengambil peran partispatif dan kontributif menyelesaiakannya. Gotong royong adalah manifestasi keberadaban kita membangun Bangsa. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan ucapan “Terima Kasih” dan “Penghargaan Yang Tinggi” kepada ma-syarakat Jawa Tengah yang telah menunjukkan karya dan terus bekerja secara ikhlas serta penuh tanggungjawab memberikan kebermanfaatan nyata bagi bangsa. Sekecil apa pun karya kita akan sangat berarti bagi bangsa ini. Paling tidak kita sudah berbuat untuk kebaikan. Jangan hanya diam saja. Bangsa ini tidak pernah bisa maju, bukan karena terbatasnya sumber daya yang berkualitas. Bangsa ini kaya akan sumber daya alam dan punya SDM yang jempolan. Tetapi kenapa bangsa ini sulit maju ? karena banyak orang baik yang hanya diam saja ketika Ibu Pertiwi memanggil. Maka, Jawa Tengah sebagai paku-bumi nya Indonesia siap memenuhi panggilan sejarah untuk bersama-sama tumbuh dan terus bergerak dalam pembangunan Negara dengan mening-katkan nilai kompetensi dan profesionalitas di berbagai bidang. Sekarang bukan saatnya berwacana apalagi retorika. Rakyat menunggu hasil dan kerja nyata kita. Alhamdulillah, di sektor pelayanan publik dari Jawa Tengah telah menunjukkan perbaikan yang cukup berarti. Samsat sebagai primadona dan garda pelayanan masyarakat telah menun-jukkan kinerja yang baik dan memperoleh apresiasi masyarakat. Kita juga terus mendorong inovasi dalam membuka akses keterbukaan informasi serta transparansi. Melalui kanal-kanal informasi dan komunikasi baik lewat sms, call centre, complain handling hingga media sosial. Kita menyadari bahwa keterbukaan bukan-lah keterlanjangan. Kita melayani sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa mengurus Negara berdasarkan norma dan aturan yang telah ditetapkan. Namun demikian, kita harus terus merawat nilai-nilai NEGARA HADIR ketika masyarakat butuh informasi. NEGARA HADIR ketika rakyat membutuhkan solusi. Demikian pula, ketika ada sebagian dari saudara-saudara kita yang tidak mampu dan sedang sakit kronis dan kritis telah dan terus kita bantu untuk dilayani sebaik-baiknya dan segera ditangani. Pada prinsipnya kita akan selalu bertekad men-jadikan setiap pelayanan publik pada semua lini pembangunan di Jateng sebagai sebuah tradisi pelayanan yang baik. Yakni memberikan pelaya-nan yang mudah, murah, cepat dan tentunya diikuti dengan layanan yang bersih, trans-paran, akuntabel, ditambah senyuman. Dan momentum peringatan hari Kemer-dekaan RI ini merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Untuk itulah, penting di sini kita mela-kukan upaya revitalisasi nilai-nilai kebangsaan, kemerdekaan, dan demokrasi. Proklamasi kemer-dekaan RI sebagai puncak dari kesepakatan bangsa untuk mewadahi kehidupan kebersamaannya melalui pembentukan Negara kebang-saan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Mengakhiri sambutan ini, marilah kita bersama-sama memekikkan salam perjuangan Indonesia. MERDEKA ! MERDEKA ! MERDEKA ! DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA. Semoga Allah S.W.T. meridhoi usaha luhur kita. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Wassalamu `alaikum Wr.Wb “

Di akhir upacara Bupati Sragen, menyematkan penghargaan Satya Lancana Karya Satya kepada PNS Pemda Sragen &  juga memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi dari Kepolisian Resort Sragen, Kodim 0725 Sragen, Yonif 408/ Sbh serta Kejaksaan negeri Sragen. (#@nt-kimsragen, photo gian)