Lataniya Web Dev

Browse By

Partisipasi LDII dalam Deklarasi FKUB, Ormas, dan Umat Lintas Agama Se-Kabupaten Sragen Menyikapi Tragedi Rohingya & Komitmen Menjaga NKRI

Ketua FKUB Sragen KH Moecthingudin, B.Sc membacakan Deklarasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Ormas serta Umat Lintas Agama Sekabupaten Sragen didampingi Bupati Sragen dr Hj Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, S.IK, MH, Dandim 0275/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, Kepala Kantor Kementerian Agama Sragen Drs H Ahmad Nasirin, M.Ag & Pimpinan Ormas Agama yang ada di Sragen, di Aula Kantor Kementerian Agama Sragen, Ketua DPD LDII Sragen H Sumarsono, SE,MM (berada di belakang antara Ketua FKUB & Dandim 0275)

Sragen (2017).  Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen bersama Forum Kerukunan Umat Beragama, Kantor Kementerian Agama Sragen, Polres Sragen, Komando Resor Militer 074/Warastratama Komando Distrik Militer 0725/Sragen, Ormas serta Umat Lintas Agama Sekabupaten Sragen, Rabu, 6 September 2017. Mengadakan Deklarasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Ormas serta Umat Lintas Agama Sekabupaten Sragen untuk Menjaga Persatuan & Kesatuan Bangsa Dalam Menyikapi Tragedi Kemanusiaan Rohingnya Myanmar.

Dalam keteranganya Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kab Sragen, Jawa Tengah, H Sumarsono, SE, MM (Juga pengurus FKUB & MUI). Pembacaan Deklarasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Ormas serta Umat Lintas Agama Sekabupaten Sragen oleh Ketua FKUB KH Moecthingudin, B.Sc, yang berisi ;

  1. Tragedi Rohingya sesungguhnya bukan peristiwa kebencian antar pemeluk agama, tapi peristiwa tragedi kemanusiaan yang penyebabnya sangat kompleks di antara kompetisi soal ekonomi, politik dan lain-lain antar etnik di Myanmar.
  2. Perasaan Solidaritas Kemanusiaan Warga Bangsa Indonesia terhadap tragedi tersebut jangan sampai justru melahirkan sikap dan tindakan negatif, misalnya kebencian terhadap pemeluk agama Buddha di Indonesia maupun merusak properti yang berkaitan dengan agama tersebut.
  3. Terkait rencana aksi damai di candi borobudur yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 September 2017 perlu kita sadari bahwa sesungguhnya candi borobudur adalah cagar budaya yang diakui internasional, karenanya harus dijaga oleh semua Warga Negara Indonesia
  4. Bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sragen Mendukung Pemerintah dalam mensikapi Tragedi Kemanusiaan Etnik Rohingya di Myanmar dan upaya aparat keamanan yang berdasarkan Undang-undang tidak akan mengizinkan aksi damai di sekitaran candi borobudur.
  5. Bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sragen Bersama kami dan Ormas Keagamaan serta Umat Lintas Agama Kabupaten Sragen yang hadir dalam Deklarasi ini siap untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa dengan wujud tidak akan mengikuti aksi damai di kawasan candi borobudur.

Dalam sambutannya Bupati Sragen dr Hj Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menekankan agar masyarakat Sragen lebih baik melakukan aksi nyata dengan  memberikan sumbangan kepada saudara muslim Rohingnya yang tertimpa musibah untuk disalurkan lewat Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) yang sudah bekerja disana, untuk mendukung upaya diplomasi politik oleh Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri.

Diakhiri doa untuk penyelesaian tragedi Kemanusian Rohingnya Myanmar secara adil & beradab. Dilanjutkan aksi donor darah, DPD LDII mendapat jatah mengirimkan 10 orang perormas, diikuti setiap Ormas serta Umat Lintas Agama yang diwadahi dalam FKUB Sragen.  (@nt-kimdpdldiisrg, photo gian)