Lataniya Web Dev

Browse By

Pengenalan Bahaya Narkoba oleh BNN Nabire, Papua

Guna mencegah dan menghindari maraknya peredaran gelap narkoba di wilayah Indonesia, maka bertempat di Masjid Miftahul Jannah Nabire kamis 23/10/2014 telah diidakan sosilaisasi mengenai penyalahgunaan narkoba oleh BNN ( Badan Narkotika Nasional ) Propinsi Papua kepada warga LDII Kabupaten Nabire.Selain dihadiri keluarga besar LDII Nabire, hadir pula anggota senkom Mitra Polri dan Persinas ASAD Kabupaten Nabire.

Dalam paparannya, Kasman, S.Pd, M.Pd selaku kepala seksi advokasi BNN Propinsi Papua mengatakan narkoba adalah narkotika dan obat berbahaya. Dalam UU. No 35 tahun 2009 tentang narkotika seperti ecstasy, sabu, ganja, kokain, dan opium. Sementara yang termasuk psikotripika antar lain pil koplo, magadon, ketamin dan lain lain. Sementara yang termasuk zat adiktif seperti miras, rokok, inhalun, jamur (mushroom), dan kafein.

Seseorang yang mengkonsumsi narkoba yang semula hanya coba-coba maka lama-kelamaan akan ketagihan dan menjadi ketergantungan. Tentunya akan banyak menimbulkan dampak yang negatif, seperti akan merubah sikap dan perilaku menjadi diri menjadi agresif/brutal. Sementara dampak dari keluarga tentunya akan mencemarkan nama keluarga karena ulah perbuatannya.

Selanjutnya Kasman, S.Pd, M.Pd mengharapkan kepada generasi LDII Nabire agar peka dan waspada serta selalu menjahui obat obat terlarang tersebut dengan cara aktif memegang teguh norma-norma agama dan sosial kemasyarakatan, aktif melakukan kegiatan olah raga yang rutin termasuk rekreasi, serta selalu meningkatkan iman taqwa kepada Allaah SWT.

Sementara itu Dewan Penasehat LDII Nabire H.Budhi Rahardjo, A.Md dalam sambutanya mengatakan kegiatan ini bertujuan guna memberikan pemahaman sekaligus mengantisipasi dan mewaspadai peredaran obat obat berbahaya dan terlarang ini agar jangan sampai terutama generasi muda LDII, Persinas ASAD, serta senkom Mitra Polri Kabupaten Nabire mencoba menyentuh bahkan mengkonsumsi yang mengakibatkan beberapa dampak seperti fisik, psikologis, serta dampak sosial ekonomi.

Di akhir sambutan H.Budhi Rahardjo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada BNN Papua yang berperan aktif dalam mensosialisasikan dampak penyalahgunaan narkoba di lingkungan ormas./**