Lataniya Web Dev

Browse By

Kemenag Bersama LDII Berjuang Membangun Generus Bangsa

Kasi PD Pontren Ahmad Ulin Nur Hafsun, S.THI mewakili Kakemenag Sragen membuka Festival Anak Sholeh DPD LDII Korwil Sragen Kota di Ponpes AN NUR, Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sragen Wetan, Kec/Kab Sragen, Ahad, 24 Desember 2017 diikuti 1.000 peserta usia TK,SD & SMP

Sragen,  Jateng (2017).   DPD LDII Kabupaten Sragen Bidang Pendidikan Agama & Dakwah, bersama Bidang Pemuda, Olahraga & Seni. Peserta FAS DPD LDII Kab Sragen, Korwil Sragen Kota sebanyak 1.000 generus usia PAUD, TK, SD, SMP dari Majelis Taklim tingkat PAC dari PC LDII Kecamatan (Tangen, Ngrampal, Sambirejo, Kedawung, Karangmalang, Sragen, Sidoharjo & Gesi), Ahad, 24 Desember 2017 di Ponpes AN NUR, komplek sekretariat DPD LDII, Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sraten Wetan, Kec/Kab Sragen, menggadakan Festival Anak Sholeh tahunan, dengan tema “ Mewujudkan Kids Jaman sekarang yang Alim, Faqih, Beraklaqul Karimah.”

Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Qori santri caberawit, dilanjutkan antraksi seni Pencak Silat Persinas ASAD oleh pesilat caberawit. Dilanjutkan sambutan Ketua pelaksana H. Yarmanto, SH (Bendahara DPD LDII & Pengurus MUI Sragen), mewakili Ketua DPD LDII yang bersamaan waktunya Pengajian Organisasi tingkat DPW Jateng di Semarang, menggatakan; “ Festival Anak Sholeh (FAS) diselengarakan dalam rangka menumbuh kembangkan & mengali potensi sumberdaya manusia melaui FAS Generus (generasi penerus) LDII, diharapkan menjadi Generus yang unggul beraklaqul karimah yang tinggi. Dasar pelaksanaan FAS, berdasar musyawarah pleno DPD LDII Kab Sragen pada tanggal 12 Oktober 2017. Penjabaran program kerja bagian Bidang Pendidikan Agama & Dakwah, bersama Bidang Pemuda, Olahraga & Seni. Tujuan dengan diadakan FAS yaitu Generus LDII agar bisa menjadi Generus yang Alim, memiliki Ilmu yang faqih, memiliki aklaqul kharimah artinya Generus  LDII harus memiliki budi pekerti yang luhur, sopan santun & tatakrama, Generus juga bisa mandiri artinya Generus LDII harus bisa berfungsi & tidak ketergantungan pada pihak lain. Disamping itu Generus LDII diharuskan memiliki enam Thobiat Luhur sebagai upaya meneladani aklaq Rasulullah SAW, yaitu bisa rukun, kompak, kerjasama yang baik, jujur, amanah, mujhid-muzhid (kerja giat semangat berhasil, kurup & tirakat banter, hidup hemat). Sasaran FAS DPD LDII tahun 2017 adalah Generus-generus LDII usia PAUD, TK, SD & SMP, pada hari ini ditargetkan 1.000 orang. Materi FAS antara lain seni kaligrafi, melantunkan adzan, Pidacil (Pidato Dai Cilik), seni mewarnai gambar, tahfidz Al Qur’an setengah juz, satu juz & satu setengah juz, Cerdas Cermat. Sumber pendanaan dari Kas DPD LDII & donator warga LDII Kab Sragen sebanyak 25 juta rupiah. Harapan dengan diadakan FAS ini, agar generus-generus kita terhindar dari pengaruh buruk akhir zaman, tetap istiqomah akhirnya terwujud generus-generus yang unggul yang berdasarkan Al Qu’an & Al Hadist. Akhirnya, mohon dengan hormat Kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Sragen, yang saat ini diwakili oleh H Ahmad Ulin Nur Hafsun, S.THI Kasi PD Pontren, untuk memberikan arahan, sambutan, sekaligus berkenan membuka FAS yang dilaksanakan DPD LDII Kabupaten Sragen Korwil Sragen Kota, selain itu FAS juga diadakan pada waktu yang berbeda di Korwil Sragen Timur di Kedungbanteng, Sragen Barat di Gabugan & Sragen Selatan di Ponpes Budi Utomo Gronong, Kec Masaran. “

Dilanjutkan sambutan Dewan Penasehat DPD LDII H Sugiyanto, S.Pd; “Mengucapkan terimakasih atas kehormatan & berkenanya hadir Kasi PD Pontren Ahmad Ulin Nur Hafsun, S.THI dari Kementerian Agama Kab Sragen untuk membuka FAS ini. FAS ini bisa menjadi pengembangan diri Generus, menjadi anak yang memiliki aklaqul kharimah yang berguna bagi dirinya, keluarga & masyarakat, bangsa & negara. SEmoga kegiatan FAS ini dicatat Allah sebagai amal sholeh kita. Mengharap dengan hormat  H Ahmad Ulin Nur Hafsun, S. ThI, berkenan membuka FAS DPD LDII Sragen tahun 2017 ini. “

Setelah itu arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, yang diwakili Kasi PD Pontren H Ahmad Ulin Nur Hafsun, S.THI, sekaligus membuka FAS DPD LDII Sragen ; “ Alhamdulillah kami bersyukur pagi hari ini kita dapat bersilaturrahim di Pondok AN NUR yang kita cintai ini. Yang pertama, kami memintakan pamit Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen Bapak H Drs Nasirin, M.Ag yang ada keperluan di Kabupaten Pemalang, sehingga tidak bisa hadir bersama-sama kita pada kesempatan kali ini. Yang kedua, Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada segenap DPD LDII Kabupaten Sragen, yang telah turut serta berjuang bersama kami, untuk membangun, mencetak generasi penerus, generus bangsa yang sholeh, sholekah, yang pintar, yang cerdas, yang taqwa, sehingga ini semua mendapar rahmat, ridho dari Allah SWT, aamiin yaa robal alamiin. Sebelum nanti kami buka acara ini, kami ingin bercerita sedikit, adik-adik bolehkah saya bercerita?, dijawab boleh! Oleh anak-anak usia caberawit secara serentak. Saya ingin bercerita tentang kisah dua pohon jati dihutan, ada dua pohon jati hutan, dua-duanya siap untuk ditebang, namun keduanya memiliki sifat berbeda, satu pohon jati memiliki sifat baik, menurut, siap mengikuti aturan yang ada bagi pohon jati. Satunya itu sombong, tidak mau ikut aturan bagi pohon jati. Maka apa yang terjadi adik-adik ? Pohon jati yang mau menurut aturan, mau ditebang, mau diseret, mau digergaji, mau dipotong-potong, mau diukir, mau dipalu, merasakan semua kesakitan itu, pada akhirnya pohon itu bisa menjadi seperti mimbar ini yang saya pakai ini. Nasib bagaimana pohon jati yang menurut, yang nasibnya menjadi mimbar?, baik, apa tidak anak-anak?, dijawab serentak anak-anak, baik !. Diletakan didepan, diatas, kalua mau dipakai dibersihkan, dielus-elus, betul tidak ?!, betul !, jawab anak-anak. Pohon jati yang sombong, tidak mau nurut, tidak mau dibentuk, tidak mau diukir, akhirnya pohon jati itu, tumbang sendirian dihutan, akhirnya pohon jati itu musnah, dimakan rayap, jejaknya tidak ada. Maka kalua kita boleh pilih, antara sikap dua pohon jati ini yang sombong & menurut?, adik-adik milih yang sombong atau menurut ?!, Menurut ! dijawab serentak oleh anak-anak!, Alhamdulillah, maka ketika adik-adik semua diarahkan oleh ustadz-ustadzah, disurh ngaji, belajar mau tidak ?!, Mau ! jawab anak-anak serentak, alhamdulillah, dengan begitu maka insya Allah, kita mau nurut, ikutin aturan, bukan hanya disekolah kita, bukan hanya dipesantren kita, tetapi terhadap aturan agama yang kita anut. Maka insya Allah, kita akan menjadi generasi penerus yang sholeh, yang taqwa, bisa memberikan manfaat, bukan hanya bagi agama, bukan hanya bagi keluarga kita, bukan hanya bagi lingkungan kita, tetapi kita bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa kita, bangsa Indonesia. Dengan tetap memohon rohmat, dengan tepa memohon ridho Allah SWT, mari bersama-sama Kegiatan Festival Anak Sholeh LDII Sragen 2017 ini dibuka dengan membaca Basmallah bersama-sama, ‘Bismillahirohmannirohim’. Alhamdulillah hirrobilallamin. Semoga kita selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT.” (@nt-kimdpdldiisragen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *