Browse By

Penguatan Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan

DPD LDII Kota Cimahi mengikuti seminar mengenai penguatan nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam peningkatan kapasitas ormas/LSM Kota Cimahi dalam Menghadapi era revolusi industri 4.0 untuk memperkokoh negara Kesatuan Republik Indonesia yang semakin maju, di Hotel Majesty (30/10/2019).

Seminar yang diadakan Kantor Kesbang Kota Cimahi ini dibuka oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan dan Kesra DR. Maria Fitriana S.Sos, MM. Selain itu, dihadiri oleh para peserta dari ormas, OKP, dan LSM. Turut hadir Plt Kakankesbang Kota Cimahi Mardi S.Sos, para narasumber yakni Kepala BNN Kota Cimahi Letkol CPM Ivan Eka Satya SH Mhum dan Guru Besar UPI Prof. Dr. Cecep S Anshori.

Dalam sambutannya, Maria mengatakan, perkembangan era industri yang kini memasuki era industri 4.0 dimana mesin terhubung dengan internet menyebabkan banyak penyalahgunaan untuk kejahatan, seperti perdagangan narkoba lintas negara melalui internet. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengaruh dari luar negeri yang menggempur untuk melemahkan bangsa Indonesia.
“Ke depannya bisa menyebabkan disintegrasi bangsa. Sutradaranya bisa dari luar negeri. Sementara rakyat Indonesia yang dikorbankan,” urainya.

Menyikapi hal itu, menurutnya, perlu ditingkatkan penguatan nilai-nilai wawasan kebangsaan, yakni rasa cinta tanah air. Pasalnya, jika tidak ada rasa cinta tanah air, maka akan sangat mudah terpengaruh berita-berita hoax dan hate speech dari media sosial tanpa menyaring kebenarannya terlebih dahulu. Dampaknya akan mengakibatkan perpecahan dan kebencian diantara rakyat Indonesia.

“Jadi pekerjaan bagi kita, bagaimana upaya untuk meningkatkan rasa cinta tanah air. Bagaimana rasa cinta itu tetap ada dan berada di sanubari masing-masing rakyat Indonesia. Jika ada rasa cinta seperti itu, maka kita bisa menyaring informasi dan tidak dengan mudahnya menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya,” ujar Maria.

Maria menggambarkan seperti sebuah keluarga, dimana orang tua dan anak mempunyai peran dan fungsi masing-masing. Jika semuanya menjalankan peran dan fungsinya, maka keluarga ini akan mempunyai sistem ketahanan yang lebih kuat karena mempunya sistem yang lebih kuat. “Kalau tidak punya peran seperti itu, anak-anak susah dikontrol dan orang tua tidak mengetahui apa yang dilakukan anak-anaknya. Sama seperti negara jika rakyatnya tidak mempunyai rasa cinta tanah air, pemerintah akan sulit untuk mengonttrol rakyatnya,” paparnya.

Sementara Kepala BNNK, Ivan mengatakan, Indonesia saat ini menjadi bidikan agar bisa dikuasai negara lain. Salah satunya dengan mengedarkan narkoba di Indonesia. Padahal, dahulu Indonesia hanya sebagai tempat transit narkoba. Sekarang Indonesia menjadi negara konsumen narkoba.

Menurutnya, ada upaya proxy war dari negara lain yang ingin menggagalkan Indonesia emas pada tahun 2045 melalui berbagai cara, termasuk narkoba. “Narkoba itu menyerang syaraf. Jika syaraf sudah kena narkoba, maka kemampuan dan daya saing penggunanya akan berkurang drastis. Jika banyak pemuda yang menjadi pengguna narkoba, otomatis daya saing Indonesia pada tahun 2045 akan menurun drastis. Artinya tidak bisa bersaing secara global. Inilah PR kita bagaimana agar peredaran narkoba di Indonesia itu bisa berkurang,” pungkas Ivan. (fadel)